GIPI

GIPI

Travel Fair InJourney, Astindo, dan GIPI Hadirkan Banyak Promo dan “Cashback”

JAKARTA, KOMPAS.com – Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), asosiasi yang menaungi berbagai asosiasi pariwisata di seluruh Indonesia, akan menghadirkan pameran perjalanan wisata domestik perdana bertajuk DiIndonesiaAja Travel Fair di Grand Atrium Mal Kota Kasablanka pada tanggal 19–21 Mei 2023. Pameran ini dilaksanakan atas permintaan dari Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi yang menunjuk Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) bersama InJourney sebagai organizer. Ketua Umum GIPI, Hariyadi Sukamdani mengatakan mengatakan, pameran wisata khusus domestik pertama di Indonesia ini didukung oleh multi bank partner yakni Bank BCA, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI dan Bank CIMB Niaga untuk memberikan pengalaman wisata yang mengesankan dengan beragam promo. “Kami bersama dengan seluruh anggota GIPI bahwa event ini dapat menjadi ajang pameran wisata untuk mempromosikan destinasi wisata di Indonesia pada umumnya dan destinasi super prioritas pada khususnya,” kata Haryadi dalam siaran pers, Kamis (11/5/2023). Baca juga: Genjot Kartu Kredit, Bank Mandiri Tebar Promo di Japan Travel Fair 2023 Ketua Umum Astindo Pauline Suharno mengatakan, pihaknya ingin membantu para anggota yakni travel agent dan stakeholder pariwisata lainnya untuk mereaktivasi bisnis yang sempat mati suri.

GIPI

Kemenparekraf Gandeng GIPI Perangi Covid-19, Bagaimana Caranya?

KOMPAS.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkolaborasi dengan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) untuk perangi Covid-19. Langkah ini dilakukan agar industri pariwisata di Indonesia dapat beroperasi kembali setelah dihantam pandemi. Baca juga: Bagaimana Pandemi Covid-19 Mengubah Industri Pariwisata? Maka dari itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Ketua Umum DPP GIPI Didien Junaedy menandatangani Deklarasi Industri Pariwisata Bergerak dan Perang terhadap Covid-19 pada Senin (20/4/2021) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat. Adapun, deklarasi yang sama juga ditandatangani oleh 37 ketua umum asosiasi anggota GIPI. Wasekjen DPP GIPI Mangara Gultom membacakan isi deklarasi tersebut. Ia menjelaskan, industri pariwisata sepakat memutus penyebaran virus corona dengan menerapkan protokol kesehatan dan sertifikasi CHSE secara konsisten. Mereka juga akan menyusun tata niaga domestik dan pariwisata ekonomi kreatif yang berkualitas.

GIPI

Kompas.com Kembali Jadi Pemenang Kategori Media Online Tepercaya

JAKARTA, KOMPAS.com — Superbrands, lembaga arbiter internasional untuk brand terkemuka bersama lembaga survei Nielsen kembali memberikan apresiasi kepada merek-merek terbaik Indonesia. Untuk kategori Trusted Online Media (media online tepercaya), Kompas.com tampil sebagai pemenang di antara ribuan media online yang tumbuh dan berkembang di era digital di Indonesia. Pada 2018, Dewan Pers mencatat, setidaknya ada 43.000 media online di Indonesia. Dari puluhan ribu media online itu, tidak lebih dari 200 media online yang dikategorikan terverifikasi. Pengumuman pemenang dan pemberian penghargaan kepada Kompas.com sebagai media online tepercaya dilakukan pada Gala Awards Superbrands 2019 di Ballroom 1, Sheraton Gandaria, Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019. Superbrands adalah lembaga yang sudah berdiri selama lebih dari 26 tahun di lebih dari 86 negara.

GIPI

GIPI Bali-Pemkab Badung Sediakan Akomodasi Gratis untuk Wisman

TUBAN, KOMPAS.com – Saat erupsi Gunung Agung memaksa Bandara Internasional Ngurah Rai tutup, Senin (27/11/2017), pukul 07.15 Wita sampai 18 jam, para industri pun bergerak. Mereka bergerak bukan untuk kepentingan bisnis tetapi mencari cara untuk melayani wisatawan mancanegara (wisman) yang “terlantar” di Bandara Bali akibat pembatalan penerbangan. Mereka yang tidur dan menginap di bandara langsung disediakan akomodasi gratis hari itu. “Tidak boleh ada satu pun wisatawan yang tidur dan menginap di bandara, sampai menunggu bandara dibuka. GIPI Bali (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) bersama Pemkab Badung menyiapkan akomodasi gratis untuk malam ini (Senin), dan besok (Selasa, 28/11/2017) kalau bandara masih tutup,” kata Ketua GIPI Bali, Gus Agung dalam siaran pers Kementerian Pariwisata, Senin (27/11/2017). (Baca juga : 545 Penumpang Tinggalkan Bandara Ngurah Rai Gunakan Transportasi Darat) Akomodasi itu, menurut Gus Agung, termasuk breakfast atau makan pagi. Pengusaha sepakat harganya disamakan dan dipatok nett. “Pemkab Badung menyiapkan budget Rp 2 miliar untuk 2 malam, 1 kamar untuk dua tamu, dan mulai malam ini,” kata Gus Agung.

GIPI

Pasca Turis Asing Coreti Terumbu Karang, GIPI Bali Pun Beraksi

KLUNGKUNG, KOMPAS.com – Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali melakukan rehabilitasi terhadap terumbu karang yang mengalami kerusakan. Rehabilitasi menggandeng perkumpulan penyelam profesional Bali. Selain bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia, aksi tanam terumbu karang juga karena beberapa waktu lalu, terumbu karang di perairan, Toya Pakeh, Nusa Penida, Klungkung dirusak dengan coretan wisatawan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang ikut dalam acara ini mengaku senang dan mendukung apa yang dilakukan pelaku pariwisata di daerah. “Pemerintah menyambut baik. Setiap inisiasi dari stakeholder maupun perorangan dan kelompok, kita sambut baik selama menyehatkan lingkungan kita. Indonesia ini adalah negara yang dibanggakan di Asia terlengkap keanekaragaman hayatinya,” kata Andi Rusandi, Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati KKP, Klungkung, Bali, Sabtu(8/10/2016). Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mengajak semua pihak terkait untuk bersama menjaga lingkungan laut. Bagi operator yang memandu wisatawan diharapkan memantau dan mensosialisasikan bahwa terumbu karang dan ekosistem laut harus dijaga. “Beberapa waktu lalu ada wisatawan yang melakukan corat-coret, kita akan transplantasi untuk mengembalikan karang agar terjaga dengan baik. Kegiatan ini akan kita jadikan kegiatan rutinitas,” kata Ketua GIPI Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana. Hal yang…

GIPI

Pasca Turis Asing Coreti Terumbu Karang, GIPI Bali Pun Beraksi

KLUNGKUNG, KOMPAS.com – Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali melakukan rehabilitasi terhadap terumbu karang yang mengalami kerusakan. Rehabilitasi menggandeng perkumpulan penyelam profesional Bali. Selain bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia, aksi tanam terumbu karang juga karena beberapa waktu lalu, terumbu karang di perairan, Toya Pakeh, Nusa Penida, Klungkung dirusak dengan coretan wisatawan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang ikut dalam acara ini mengaku senang dan mendukung apa yang dilakukan pelaku pariwisata di daerah. “Pemerintah menyambut baik. Setiap inisiasi dari stakeholder maupun perorangan dan kelompok, kita sambut baik selama menyehatkan lingkungan kita. Indonesia ini adalah negara yang dibanggakan di Asia terlengkap keanekaragaman hayatinya,” kata Andi Rusandi, Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati KKP, Klungkung, Bali, Sabtu(8/10/2016). Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mengajak semua pihak terkait untuk bersama menjaga lingkungan laut. Bagi operator yang memandu wisatawan diharapkan memantau dan mensosialisasikan bahwa terumbu karang dan ekosistem laut harus dijaga. “Beberapa waktu lalu ada wisatawan yang melakukan corat-coret, kita akan transplantasi untuk mengembalikan karang agar terjaga dengan baik. Kegiatan ini akan kita jadikan kegiatan rutinitas,” kata Ketua GIPI Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana. Hal yang…

GIPI

Gubernur Bali Minta GIPI Pikirkan Arah Pariwisata

DENPASAR, KOMPAS.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) untuk mulai memikirkan keberlangsungan arah pariwisata Bali ke depan, di tengah perubahan yang terjadi begitu cepat. “Saat ini, tren dunia masuk di era digital, segala sesuatu kita akses pakai teknologi, mau tidak mau kita juga harus mengikutinya,” kata Pastika saat menerima audiensi jajaran GIPI Bali, di Denpasar, Selasa (9/8/2016). (BACA: Orang Korea Lebih Tahu Bali dan Nasi Goreng…) Menurut dia, pemanfaatan teknologi juga telah masuk ke dunia pariwisata. Pastika mencontohkan hal kecil yang bisa dilihat adalah fasilitas google map dan informasi obyek wisata yang sangat mudah diakses melalui ponsel pintar. “Itu juga harus menjadi perhatian GIPI. Bayangkan berbagai akses itu secara tidak langsung telah berimbas kepada tenaga kerja kita. Apa ke depan kita perlu pramuwisata lagi sementara informasi wisata begitu mudah kita dapatkan, dan bagaimana nasib para sopir kita jika wisatawan bisa bepergian sendiri tanpa takut tersesat karena dipandu google map,” katanya. (BACA: Wisatawan di Bali Cenderung Menumpuk di Situ-situ Saja…)

GIPI

Gubernur Bali Minta GIPI Pikirkan Arah Pariwisata

DENPASAR, KOMPAS.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) untuk mulai memikirkan keberlangsungan arah pariwisata Bali ke depan, di tengah perubahan yang terjadi begitu cepat. “Saat ini, tren dunia masuk di era digital, segala sesuatu kita akses pakai teknologi, mau tidak mau kita juga harus mengikutinya,” kata Pastika saat menerima audiensi jajaran GIPI Bali, di Denpasar, Selasa (9/8/2016). (BACA: Orang Korea Lebih Tahu Bali dan Nasi Goreng…) Menurut dia, pemanfaatan teknologi juga telah masuk ke dunia pariwisata. Pastika mencontohkan hal kecil yang bisa dilihat adalah fasilitas google map dan informasi obyek wisata yang sangat mudah diakses melalui ponsel pintar. “Itu juga harus menjadi perhatian GIPI. Bayangkan berbagai akses itu secara tidak langsung telah berimbas kepada tenaga kerja kita. Apa ke depan kita perlu pramuwisata lagi sementara informasi wisata begitu mudah kita dapatkan, dan bagaimana nasib para sopir kita jika wisatawan bisa bepergian sendiri tanpa takut tersesat karena dipandu google map,” katanya. (BACA: Wisatawan di Bali Cenderung Menumpuk di Situ-situ Saja…)

GIPI

GIPI Bali: Berikan Kemudahan Pelayanan Visa untuk Wisman

Ketua GIPI Bali, Ida Bagus Ngurah Wijaya di Denpasar, Kamis (19/2/2015), mengatakan hal tersebut setelah Indonesia membatalkan pemberian bebas visa bagi wisatawan dari Australia karena perbedaan kebijakan pemberlakuan visa di negara yang dipimpin Tony Abbot itu. “Pelayanan harus dipermudah, mungkin bisa dilakukan secara online sehingga kalau mengurus VoA (Visa on Arrival) tidak harus antre,” katanya. Ngurah Wijaya optimistis pembatalan itu tidak akan memengaruhi kunjungan wisatawan dari Negeri Kanguru itu ke Pulau Dewata karena visa. “Sejatinya bukan menghambat namun yang lebih penting adalah kemudahan dan pelayanan,” katanya. Seperti diketahui Indonesia dijadwalkan memberikan bebas visa bagi lima negara potensial sebagai pasar pariwisata tahun 2015 di antaranya Rusia, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok dan Australia. Namun hanya Australia yang tidak bisa dilaksanakan karena negara itu menganut kebijakan universal visa yang mewajibkan siapa pun warga negara asing yang datang ke negara itu harus menggunakan visa sedangkan Indonesia menganut kebijakan resiprokal.

Scroll to Top